HUT ke-81 PMI, Kabupaten Bekasi Bangun Instalasi Air Bersih Darurat Berkapasitas 100 Ribu Liter

SHEPUBLIK.MY.ID –SERANG BARU — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengintensifkan respons kemanusiaan dengan memfokuskan pelayanan pada penanganan dampak fenomena El Nino. Langkah konkrit dilakukan melalui pembangunan instalasi pengolahan air bersih dan air siap minum darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih, menegaskan bahwa momentum peringatan tahun ini difokuskan penuh untuk membantu warga yang kesulitan mengakses air bersih akibat kemarau panjang.
“Di usia PMI yang ke-81 ini, kita berada dalam status siaga bencana El Nino. Karena itu, titik berat kegiatan kami difokuskan pada peningkatan distribusi serta pengolahan air bersih untuk masyarakat terdampak,” kata Ahmad Kosasih saat memberikan keterangan pada Kamis (3/9/2026).
Bisa Langsung Diminum dan Bebas BakteriFasilitas pengolahan air darurat ini menggunakan teknologi sanitasi yang mampu memproses air mentah menjadi air bersih sekaligus air yang aman untuk langsung dikonsumsi.
Sumber air baku diambil dari cekungan bekas galian pasir di Kampung Tegal Kadu yang memiliki debit stabil selama musim kemarau. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kualitas air baku tersebut dinyatakan layak dan aman.
“Kualitas airnya sangat baik. Hasil uji lab menunjukkan air tersebut bersih dan bebas dari kontaminasi bakteri E. coli. Tinggal kita jalankan proses penyaringan untuk distribusi air bersih dan air minum,” paparnya.
Kapasitas Produksi dan Jangkauan DistribusiInstalasi yang disiagakan selama satu bulan ini dirancang untuk menopang kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi. Fasilitas ini memiliki daya produksi yang terbilang besar:Kapasitas standar: 100.000 liter per hari.
Kapasitas maksimal: Hingga 150.000 liter per hari (dengan penyesuaian jam operasional).
PMI menyiagakan empat unit armada tangki untuk menyalurkan bantuan air ke empat kecamatan prioritas kekeringan, yaitu:
- Kecamatan Serang Baru
- Kecamatan Cibarusah
- Kecamatan Cikarang Selatan
- Kecamatan Bojongmangu
Pengambilan Langsung Tanpa Dipungut BiayaSelain disalurkan melalui armada tangki, PMI juga membuka akses bagi warga yang ingin mengambil air secara mandiri di lokasi instalasi. Masyarakat diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi lainnya.
”Masyarakat bisa datang dan mengambil air secara langsung di lokasi. Namun, kami tekankan bahwa bantuan air ini murni untuk kebutuhan domestik warga dan tidak boleh diperjualbelikan,” tegas Ahmad Kosasih. #Red//
