Atasi Kekeringan 800 Hektare Sawah Normalisasi Irigasi Pebayuran Capai 50 Persen

SHEPUBLIK.MY.ID — PEBAYURAN — Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) memacu pengerjaan normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendung Kedung Gede (BKG) di Kecamatan Pebayuran. Langkah percepatan ini dilakukan untuk menangani persoalan kekeringan yang melanda ratusan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.
Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik di lapangan yang memasuki minggu kedua kini telah mencapai progres sekitar 50 persen. Seluruh tahapan pengerukan ditargetkan rampung sepenuhnya dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
“Progress pengerjaan saat ini sudah mendekati 50 persen. Kami perkirakan dalam jangka waktu satu bulan ke depan seluruh proses normalisasi sudah selesai,” ujar Hasyim usai mendampingi Plt Bupati Bekasi meninjau lokasi proyek pada Rabu (2/9/2026).
Metode Pengerjaan dan Dukungan Lintas InstansiPengerjaan teknis saluran irigasi sepanjang 10 hingga 11 kilometer—mulai dari titik SS BKG 15 hingga BKG 26—menggunakan dua unit ekskavator. Alat berat tersebut beroperasi secara simultan di dua sisi tanggul, yakni tanggul barat dan tanggul timur.
Metode pengerukan sedimentasi ini sekaligus digunakan untuk mempertinggi struktur tanggul. Dengan demikian, daya tampung dan debit aliran air dapat meningkat secara optimal tanpa memicu risiko luapan.
Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor:
- Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi: Menyediakan 1 unit alat berat.
- Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi: Mendukung operasional lapangan.
- BBWS: Menyediakan dukungan Bahan Bakar Minyak (BBM).
- Perum Jasa Tirta (PJT): Menanggung penuh operasional 1 unit alat berat, BBM, hingga tenaga operator.
Dampak Bagi Pertanian dan Pentingnya Pemeliharaan Rutin
Sasaran utama pemulihan aliran irigasi ini adalah mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare sawah terdampak kekeringan yang berlokasi di wilayah ujung Kecamatan Pebayuran, khususnya Desa Karangsegar dan Desa Karangharja.
Secara keseluruhan, optimalisasi SS BKG berpotensi menyuplai kebutuhan air bagi 5.000 hingga 6.000 hektare lahan pertanian di seluruh kawasan Pebayuran, sehingga para petani dapat segera memulai masa tanam kedua.
Guna mencegah masalah serupa berulang, Hasyim mendorong BBWS dan PJT untuk melakukan pemeliharaan berkala setelah pengerukan selesai.”Harapan kami, instansi berwenang tidak hanya fokus pada pengaturan debit air, tetapi juga rutin membersihkan gulma dan tanaman air. Pemeliharaan berkala sangat penting agar tidak terjadi endapan sedimentasi baru yang menghambat pasokan air ke sawah warga,” pungkasnya. (+) #Red///
