berita bekasiekonomi

Gandeng Sektor Swasta, PKK Kabupaten Bekasi Luncurkan Gerakan ‘Gagah Bencana’

ShePublik.my.id

CIKARANG PUSAT – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bekasi resmi menginisiasi Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana) pada Selasa (05/05/2026).

Program ini dirancang untuk memperkokoh ketahanan keluarga serta meningkatkan mitigasi bencana di wilayah berbasis industri tersebut.​ Dalam peluncuran yang berlangsung di Aula KH Noer Ali, Gedung Bupati Bekasi, Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep, menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, khususnya melalui kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha.

​Nia mengungkapkan bahwa tantangan sosial dan kebencanaan di Kabupaten Bekasi memerlukan akselerasi yang tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Menurutnya, peran pihak swasta adalah mesin penggerak agar dampak program dapat dirasakan lebih luas dan cepat oleh masyarakat.​

“Kami membutuhkan akselerasi. Tanpa investasi sosial dari sektor swasta, capaian program di lapangan berisiko berjalan lambat. Dukungan dunia usaha adalah kunci utama,” tegas Nia.

​Fokus kolaborasi ini mencakup tiga pilar utama:​

  1. Sarana Kebersihan: Penyediaan infrastruktur sanitasi yang memadai.​

2. Edukasi Mitigasi: Pelatihan kebencanaan bagi warga di tingkat akar rumput.​

3. Layanan Kesehatan: Penguatan akses kesehatan keluarga untuk menekan angka stunting.​

Dari Responsif ke Preventif​Menyinggung kondisi geografis Bekasi yang kerap dilanda banjir, Nia mengingatkan bahwa bencana tidak boleh lagi dianggap sebagai fenomena musiman yang rutin. Ia mendorong perubahan pola pikir dari sekadar bereaksi saat bencana terjadi menjadi kesiapsiagaan yang sistematis.​

“Risiko bencana di Bekasi adalah tantangan yang berulang. Maka, penanganannya harus berbasis pada kesiapsiagaan sejak dini di tingkat keluarga, bukan lagi sekadar respons saat kejadian,” imbuhnya.​

​Gerakan Gagah Bencana tidak hanya bicara soal mitigasi fisik, tetapi juga perilaku. Melalui kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), PKK berkomitmen untuk menurunkan angka penyakit menular serta memperkuat kemandirian lingkungan.​Menutup arahannya,

Nia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi atas dukungan dalam pembangunan SDM. Ia menegaskan bahwa isu kesehatan dan bencana merupakan tanggung jawab kolektif.​ “Ini bukan tugas satu instansi saja. Semua elemen, dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat, harus bergerak bersama agar hasilnya nyata bagi kesejahteraan warga Bekasi,” pungkasnya. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *