Kesbangpol Bekasi Dorong Muslimat NU Berani Ambil Peran di Parlemen dan Pemdes

Shepublik.my.id–CIKARANG UTARA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi terus berupaya mendongkrak keterwakilan perempuan di ranah politik praktis. Salah satu langkah nyatanya lewat agenda Pendidikan Politik bertajuk “Perempuan Cerdas Politik untuk Masa Depan Bangsa” yang menggandeng Muslimat NU Kabupaten Bekasi di Gedung FKUB, Desa Simpangan, Cikarang Utara, Selasa (9/6).
Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Asep Buchori, menegaskan bahwa panggung politik bukanlah domain eksklusif kaum laki-laki. Perempuan dinilai punya hak dan kesempatan yang setara untuk ikut menentukan arah pembangunan daerah.
”Politik itu bukan barang mewah dan bukan cuma milik laki-laki. Perempuan punya hak penuh untuk memahami dan mengisi ruang-ruang strategis, baik di legislatif maupun eksekutif,” ujar Asep.
Meski demikian, Asep menyoroti adanya ketimpangan (paradoks) data di lapangan. Berdasarkan catatan pemilu terakhir, antusiasme pemilih perempuan di Kabupaten Bekasi sebenarnya sangat tinggi, bahkan menembus angka 82 persen dan mengungguli pemilih laki-laki.Sayangnya, tingginya angka partisipasi di tempat pemungutan suara (TPS) belum sejalan dengan jumlah keterwakilan perempuan di kursi kebijakan.”Saat ini keterwakilan perempuan di DPRD masih minim. Untuk posisi kepala desa pun, perempuan baru mengisi sekitar 10 jabatan. Padahal, regulasi nasional sudah mengamanatkan kuota keterwakilan perempuan hingga 30 persen,” bebernya.
Melihat kondisi tersebut, Kesbangpol bergerak masif memberikan edukasi politik sasar kelompok perempuan hingga ibu rumah tangga. Harapannya, mereka tidak sekadar menjadi objek pemilih, melainkan berani maju sebagai figur yang dipilih.Dari segi kapasitas, Asep optimis SDM perempuan di Kabupaten Bekasi mampu bersaing.
Terlebih, kaum perempuan memiliki modal sosial yang kuat berkat kedekatannya dengan akar rumput melalui organisasi, majelis taklim, dan komunitas sosial.”Perempuan cenderung lebih kompak, komunikatif, dan peka terhadap isu lingkungan sekitarnya. Karakter ini merupakan modal kuat bagi mereka untuk berada di garda depan pembangunan daerah,” tambahnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa bola panas kini ada di tangan partai politik (parpol). Parpol dituntut memberikan karpet merah dan porsi yang lebih adil bagi kader perempuan agar target afirmasi 30 persen bisa terealisasi.
Sebagai langkah konkret jangka panjang, Kesbangpol Kabupaten Bekasi berencana mengintegrasikan jejaring antarorganisasi wanita dan menggagas program sekolah politik perempuan. Wadah ini nantinya akan fokus pada peningkatan kapasitas kepemimpinan (capacity building) bagi kaum hawa di Kabupaten Bekasi. Red
