Gandeng Pemprov Jabar Pemkab Bekasi Siap Sulap Pasar Baru Cikarang Jadi Lebih Tertib

Shepublik.my.id — CIKARANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan strategi matang untuk menata Pasar Baru Cikarang. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat untuk mengatasi masalah pedagang “pasar tumpah” yang selama ini meluber hingga memakan badan jalan. Rencana tersebut disampaikan oleh Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat meninjau langsung kondisi Pasar Baru Cikarang pada Sabtu (13/06/2026).
Asep menjelaskan bahwa langkah awal yang akan diambil adalah merapikan area bawah pasar agar layak digunakan oleh para pedagang. ”Nanti kita rapikan terlebih dahulu bagian bawah pasar, termasuk membersihkan area yang kurang tertata dari tumpukan sampah. Kami juga akan memperbaiki tampilan bangunan lewat pengecatan ulang dan perbaikan fasilitas yang rusak,” ujar Asep.
Saat ini, Pemkab Bekasi masih menunggu pembentukan tim khusus dari Pemprov Jabar serta kucuran pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penataan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat yang menyoroti masalah penumpukan sampah di lantai bawah pasar. Menanggapi hal tersebut, Dinas Perdagangan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi akan bergerak cepat melakukan pembersihan total.
Selain dibersihkan dan dicat ulang, bagian atap yang bocor juga akan segera diperbaiki. Jika semua fasilitas dalam pasar sudah siap dan layak, para pedagang yang saat ini berjualan di bahu jalan akan langsung dipindahkan ke dalam. Untuk menjaga ketertiban, penataan lapak sementara ini akan dibagi berdasarkan jenis komoditas:
Lantai Bawah: Dikhususkan bagi para pedagang sayuran.
Lantai Atas: Dialokasikan untuk pedagang pakaian serta pusat kuliner (food court).
Tidak hanya bagian dalam, area luar pasar pun turut dibenahi. Menggunakan dana CSR dari Bank BJB, trotoar di sekitar pasar akan diperbaiki agar lebih ramah pejalan kaki. Sementara itu, halaman pasar akan diaspal (hotmix) dan dipasang paving block untuk difungsikan sebagai area parkir serta lokasi bongkar muat komoditas sayuran.
“Saya sangat berharap para pedagang bisa mendukung program ini dan disiplin. Ketika area dalam sudah siap, semua harus masuk agar lingkungan pasar lebih tertata dan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas,” tegas Asep.
Di samping penataan jangka pendek, Pemkab Bekasi juga sedang mematangkan konsep revitalisasi total Pasar Baru Cikarang yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027. Saat ini, sketsa Detail Engineering Design (DED) sedang disusun dengan menyesuaikan karakteristik bangunan dan kebutuhan riil di lapangan.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo, membenarkan bahwa penyusunan dokumen perencanaan DED tersebut tengah digarap oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. “Proses penyusunan DED sedang berjalan. Semua masukan, termasuk arahan dari Plt. Bupati terkait konsep penataan, akan dituangkan ke dalam dokumen agar hasil revitalisasinya nanti benar-benar tepat sasaran,” ungkap Gatot.
Selama masa transisi penataan sementara ini, seluruh pelaksanaannya akan melibatkan forum pedagang serta tim internal yang dibentuk oleh pihak provinsi. Gatot berharap proses kajian ini bisa selesai tepat waktu agar impian masyarakat memiliki pasar yang representatif segera terwujud.
“Kami ingin revitalisasi ini berjalan lancar agar aktivitas perdagangan ke depan menjadi lebih tertib dan nyaman. Yang tidak kalah penting, tidak ada lagi kemacetan yang mengular di Jalan Raya RE Martadinata,” pungkasnya. /Red
