Daerahhukumnewssosial

Aktivis Kepemudaan Karawang Jadi Korban Kekerasan, Solidaritas Antar-Pengurus Mengalir

SHEPUBLIK.MY.ID — KARAWANG – Kasus dugaan penculikan, penyekapan, hingga penganiayaan yang menimpa seorang pengurus Karang Taruna Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, memicu reaksi keras. Tindakan intimidasi ini diduga kuat berbuntut dari aksi korban yang vokal menyuarakan aspirasi warga terkait peluang kerja bagi pemuda lokal di desanya.

.Kecaman keras salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Garda Sakti Sekata Karang Taruna Kabupaten Karawang, Ricki S. J. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap aktivis sosial sama sekali tidak memiliki dasar pembenaran.

​“Kami mengecam keras dugaan penculikan, penyekapan, penganiayaan, serta kekerasan lain terhadap pengurus Karang Taruna Desa Tamelang. Insiden ini tidak boleh dibiarkan dan wajib diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Ricki.​

Ricki juga meminta Kepolisian Resor (Polres) Karawang untuk bergerak taktis dan transparan dalam membongkar kasus ini hingga ke akarnya. Menurutnya, kepastian hukum sangat dinantikan oleh korban, keluarga, dan juga masyarakat luas.​

“Kami mendesak Polres Karawang bekerja profesional agar seluruh pelaku segera ditangkap dan keadilan bagi korban bisa ditegakkan,” tambahnya.

​Sementara itu, gelombang solidaritas dari pengurus Karang Taruna di berbagai desa dan kecamatan di Karawang terus menguat. Lewat pernyataan bersama yang tersebar di jejaring internal organisasi, mereka menyatakan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku.​

Para kader pemuda ini mengingatkan kembali bahwa peran Karang Taruna adalah sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan sosial dan penyambung lidah masyarakat. Karena itu, mereka berharap ruang aman bagi pemuda dalam menyampaikan aspirasi tetap terjaga tanpa bayang-bayang intimidasi.

​Penegakan hukum yang cepat dinilai menjadi kunci untuk memberikan efek jera, sekaligus menjamin keselamatan para pengurus organisasi kepemudaan saat menjalankan fungsi sosialnya di lapangan.​Hingga saat ini, publik masih menunggu rilis resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap peristiwa serta penetapan tersangka dalam kasus tersebut. /Red/Obay)

ShePublik.my.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *