DaerahekonomiNasionalnews

Program PHTC Presiden Prabowo Sasar Sekolah di Manokwari, Wujud Pemerataan Pendidikan Papua

ShePublik.my.id

MANOKWARI— Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dinilai menjadi pengungkit penting untuk pemerataan pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua. Pemerintah Kabupaten Manokwari memandang program ini tidak hanya memperbaiki sarana fisik sekolah, tetapi juga mempertegas kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan yang adil dan inklusif.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat meresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Manokwari, Kamis (28/5/2026). Proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pandangan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Manokwari pada Kamis (28/5/2026). Proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Hermus menekankan bahwa kunjungan kerja ini memiliki arti strategis yang sangat besar bagi masyarakat Papua Barat.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri bersama rombongan,” tutur Hermus.

Hermus mengungkapkan, kehadiran pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen memberikan energi baru bagi daerah dalam mempercepat pembangunan sektor pendidikan. Terlebih lagi, saat ini Kabupaten Manokwari tengah menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat.

“Kabupaten Manokwari saat ini mengalami penyesuaian anggaran lebih dari Rp200 miliar. Kondisi ini berdampak signifikan pada ruang fiskal pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kebijakan revitalisasi ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan yang mendesak di tengah keterbatasan kemampuan belanja daerah. “Program revitalisasi satuan pendidikan yang Bapak selenggarakan hari ini sangat membantu dan mengisi kekurangan kami,” tambah Hermus

Bagi Pemkab Manokwari, program ini memiliki esensi yang jauh lebih dalam dari sekadar pembangunan gedung baru atau rehabilitasi fasilitas. Revitalisasi ini dipandang sebagai motor penggerak transformasi pendidikan yang lebih luas di Papua. Hermus menjelaskan, perubahan positif kini mulai dirasakan langsung oleh para siswa. Kualitas sarana prasarana pendidikan semakin layak, sehat, dan nyaman, sehingga mampu mendukung iklim belajar yang kondusif

Selain aspek fisik, Hermus menyoroti beberapa poin penting dari transformasi ini, antara lain:

Transformasi Pembelajaran: Mengubah metode belajar menjadi lebih interaktif.

Digitalisasi Layanan Pendidikan: Mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan sekolah.

Peningkatan Mutu Pendidik: Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Kurikulum Adaptif: Menyelaraskan materi pembelajaran dengan perkembangan zaman.

“Kualitas infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan kita setelah kehadiran program ini makin hari makin baik,” ujarnya.

Salah satu poin krusial yang diapresiasi oleh Pemkab Manokwari adalah pendekatan Kemendikdasmen yang inklusif. Program revitalisasi ini menyasar seluruh satuan pendidikan tanpa membedakan status negeri maupun swasta.

Dipilihnya SMA Advent Manokwari—sebuah sekolah swasta berbasis keagamaan—sebagai lokasi peresmian menjadi simbol nyata bahwa pelayanan negara diberikan secara berkeadilan.

“Hari ini kita hadir di SMA Advent, sekolah swasta berbasis keagamaan. Kami melihat kebijakan yang diterapkan bersifat inklusif dan adil,” puji Hermus. ( Obay )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *