Daerahekonomi

Sepuluh Tahun Terabaikan, Warga Gegerbitung Pertanyakan Keadilan Pembangunan di Sukabumi

ShePublik.my.id

SUKABUMI – Ketimpangan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi kembali memicu kritik pedas dari masyarakat. Ruas jalan Gegerbitung–Pasir Munding, khususnya segmen Cijurey–Karangjaya, dilaporkan rusak parah selama lebih dari satu dekade tanpa ada perbaikan nyata dari pemerintah daerah.​

Kondisi jalan yang berlubang dan rusaknya sistem drainase (gorong-gorong) kini menjadi simbol ironi pembangunan di wilayah pinggiran. Masyarakat menilai forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar tiap tahun hanya menjadi formalitas belaka.​

“Setiap tahun kami usulkan, dari bupati sebelumnya sampai sekarang, tetap tidak ada hasil. Musrenbang seolah hanya ruang formalitas tanpa dampak nyata,” keluh salah seorang warga, Kamis (30/4/2026).​

Kepala Dusun Cipariuk 2, Ahmad Jajuli, mengonfirmasi bahwa kerusakan ini telah menghambat akses vital ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan selama hampir 10 tahun.

Ia menyayangkan lambannya respons Pemerintah Kabupaten Sukabumi meski proposal dan usulan langsung telah berkali-kali disampaikan.

Akses Vital Lumpuh: Kerusakan jalan menghambat mobilitas harian dan layanan publik.

​Drainase Buruk: Gorong-gorong rusak di depan kantor desa memicu genangan air.​

Ketimpangan Anggaran: Warga merasa ada pilih kasih dalam distribusi anggaran pembangunan antar wilayah.​

Krisis Kepercayaan: Pengabaian aspirasi selama bertahun-tahun menggerus legitimasi forum Musrenbang.

​Masyarakat Desa Cijurey kini menuntut langkah konkret dari Pemkab Sukabumi. Mereka mendesak agar pemerataan pembangunan bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur yang berkeadilan bagi warga pelosok.

Team shepublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *