Nasional

Bantah Stigma Tak Bermutu, Seskab Teddy Pamer Prestasi Siswa Sekolah Rakyat Makassar

SHEPUBLIK.MY.ID — JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah anggapan bahwa program Sekolah Rakyat memiliki kualitas pendidikan yang rendah. Ia membuktikannya melalui capaian tujuh siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar yang berhasil menyabet gelar juara di berbagai ajang kompetisi tingkat nasional.​ Para siswa tersebut mengukir prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia (ONI), Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KSPD), dan Airlangga Competition pada cabang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, serta Sejarah. “Sekolah Rakyat tidak bermutu, kata siapa? Bahkan 7 siswa dari SRMA 26 Makassar berhasil juara Olimpiade Nasional,” ujar Teddy, Minggu (9/8/2026).

Teddy mengungkapkan, total ada sekitar 43.000 anak yang kini kembali mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagian besar dari mereka sebelumnya merupakan anak putus sekolah yang hidup di jalanan. ​Tidak hanya fasilitas belajar, anak-anak tersebut juga mendapatkan tempat tinggal, asupan makanan harian, layanan kesehatan, hingga pembinaan adab dan karakter secara cuma-cuma.​

“Di Sekolah Rakyat, anak-anak yang dulunya di jalanan kini dapat bermimpi besar dan bercita-cita tinggi. Di sini akan lahir anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga beradab,” kata Teddy.​

Target Perluasan hingga 500 Titik pada 2029​Pemerintah terus memperluas jangkauan program ini. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah Sekolah Rakyat ditingkatkan dari 166 menjadi 182 titik secara bertahap melalui pengembangan sekolah rintisan menjadi satuan pendidikan permanen.​Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana memaparkan, dari 182 titik tersebut, sebanyak 93 unit disiapkan sebagai sekolah permanen, 81 unit Sekolah Rakyat Rintisan tetap, dan 85 unit Sekolah Rakyat Rintisan baru.​

Penambahan unit ini ditargetkan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.​”Berdasarkan data Kementerian Sosial per 17 Juli 2026, sebanyak 166 Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 141 kabupaten/kota di 34 provinsi dengan menampung 14.776 siswa pada TA 2025/2026,” terang Kurnia dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).​

Pada TA 2026/2027, jumlah peserta didik diproyeksikan melonjak hingga 28.568 siswa baru—terdiri atas 6.305 siswa SD, 11.186 siswa SMP, dan 11.077 siswa SMA. Jika diakumulasikan dengan peserta didik yang sudah ada, total siswa Sekolah Rakyat tahun ini diperkirakan mencapai 43.344 orang.​Pemerintah merencanakan penambahan 100 hingga 200 titik baru setiap tahun pada periode 2027–2028. Target puncaknya pada 2029 adalah mengoperasikan 500 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 38 provinsi dan 416 kabupaten/kota.​

Melalui sistem sekolah berasrama (boarding school), program ini diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan yang layak, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia. Red/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *